MAKALAH
SEJARAH WAJIB
“PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF DAN MASA PEMERINTAHAN
JAN WILLEM JANSEN”
Disusun
oleh :
1.
Hanif Taufiqurrahman (15)
2.
Maria Mayrisa (20)
3.
Vinsensius Krisna (30)
4.
Yosephine C. Tasya (32)
SMA NEGERI 1 UNGARAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah sejarah wajib mengenai “Pemerintahan Republik Bataaf dan
Masa Pemerintahan Jan Willem Jansen”
Makalah ini telah kami susun
secara maksimal. Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dalam
pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
penyusunan kalimat maupun tata bahasa.
Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca.
Ungaran, 4
September 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................1
DAFTAR ISI.............................................................................................................,,,,,........................2
PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF.............................................................................................3
MASA PEMERINTAHAN JAN WILLEM JANSEN...................................................................................4
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................................5
Pemerintahan Republik Bataaf dan
Pembubaran VOC
Terjadi perubahan di
Eropa pada abad ke-18 yang besar pengaruhnya terhadap Indonesia yang sedang
dijajah oleh pihak Belanda. Munculah kelompok yang menyebut diri mereka Kaum
Patriot yang anti terhadap raja karena
mereka menghendaki negara kesatuan dan atas bantuan Perancis pada awal tahun
1795 pasukan perancis menyerbu Belanda. Raja Willem V melarikan diri ke Inggris
dan Belanda pun dikuasai Perancis, berhasil merebut kekuasaan dan membentuk
pemerintahan baru yang disebut Republik Bataaf (Bataafsche Republiek)
(1795-1806). Kaum ini terpengaruh oleh semboyan Revolusi Perancis: Liberte
(kemerdekaan), Egalite (persamaan), Fraternite (persaudaraan). Sebagai pemimpin
Republik Bataaf adalah Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon
Bonaparte.
Sementara di pengasingan
Raja Willem V oleh pemerintah Inggris ditempatkan dikota Kew. Raja Willem V
kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan nama “Surat-surat Kew” yang
beisi agar para penguasa dinegeri jajahan
Belanda menyerahkan wilayah kepada Inggris bukan kepada Perancis. Dengan Surat
ini pemerintah Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di
Hindia seperti Padang pada 1795 kemudian menguasai Ambon pada 1796. Inggris
juga memperkuat armadanya untuk memblokade terhadap batavia agar batavia tidak
jatuh ketangan Perancis setelah dikeluarkannya “Surat-surat Kew” Setelah VOC
dibubarkan pada tahun 1799, tanah jajahan yang dulu dikuasai VOC diurus oleh
sebuah badan yang bernama Aziatische Raad (Dewan Asia), yamg saat itu Pemerintah
Belanda di Indonesia dipegang oleh Gubernur Jenderal Johannes Siberg
(1801-1084).
Johannes Siberg
seharusnya mencerminkan sifat Republik Bataaf yang liberal tetapi sebelum
berkuasa di Indonesia ia telah mengirim dua komisaris ke Indonesia yaitu
Nederburg dan Van Hogendorp. Keduanya memiliki pandangan berbeda tentang
politik kolonial yang akan ditetapkan
1.
Nederburg berpandangan Konservatif. Ian
menganjurkan agar sistem perekonomian yang telah diterapkan VOC tetap
dipertahankan
2.
Van Hogendorp berpendirian sangat liberal.
Ia menganjurkan agar masalah pemerintahan dipisahkan dengan masalah ekonomi
Akhirnya permasalahan
tersebut diselesaikan dengan Charter 1804. Yang berisi kebijakan-kebijakan lama
yang masih dipandang baik perlu dipertahankan dan bila perlu akan diadakan
perubahan-perubahan.
Dengan masalah yang
semakin rumit antara pihak Inggris dan Perancis, Republik Bataaf dan Perancis
tidak ingin ketinggalan untuk segera mengambil alih seluruh daerah bekas
kekuasaan VOC di nusantara ,maka Perancis mempunyai kebijakan untuk memerangi
Inggris dengan ditunjuknya Herman Williem Daendels dari Kaum Patriot untuk
memimpin Hindia.
Pemerintahan
Janssen (1811)
Pada Mei 1811 Daendels
dipanggil pulang ke negerinya. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssen. Janssen
dikenal sebagai seorang politikus berkebangsaan Belanda. Sebelumnya Janssen
menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) tahun
1802-1806. Kemudian tahun 1810 Janssen diperintahan untuk ke Jawa dan
menggantikan Daendels. Pada tanggal 4 Agustus 1811 pasukan Raffles sampai ke
Batavia yang pada 26 Agustus 1811 Batavia jatuh ke tangan Inggris. Janssen
meningkir ke Semarang dan bergabung dengan Legium Mangkunegara dan prajurit
dari Yogyakarta serta Surakarta. Namun pasukan Janssen dapat dikalahkan Inggris
dan kemudia Janssen mundur ke Salatiga dan menyerah di Tuntang secara resmi ke
pihak Inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntang pada 18 September 1811.
Daerah Hindia beberapa
sudah jatuh ke tangan Inggris, sementara itu penguasa Inggris di Hindia Lord
Minto memerintahkan Thomas Standford Raffles untuk segera menguasai Jawa.
Isi Kapitulasi Tuntang
1.
Seluruh kekuatan militer Belanda di Asia
tenggara harus diserahkan kepada pihak Inggris
2.
Hutang pemerintah Belanda tidak diakui
Inggris
3.
Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan
Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris
DAFTAR PUSTAKA
Kemendikbud
Republik Indonesia. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan
Mustopo
Habib, dkk. 2014. Sejarah Indonesia Progam Wajib. Jakarta : Yudhistira
http://sejarah-smu.blogspot.co.id/2014/09/masa-pemerintahan-willem-janssen.html