Senin, 26 September 2016

Pemerintahan Republik Bataaf dan Masa Pemerintahan Jan Willem Jansen


MAKALAH SEJARAH WAJIB
“PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF DAN MASA PEMERINTAHAN JAN WILLEM JANSEN”
  
Hasil gambar untuk DownloaD lambang SMA 1 UNGARAN
  
Disusun oleh :
1. Hanif Taufiqurrahman                          (15)
2. Maria Mayrisa                                      (20)
3. Vinsensius Krisna                                 (30)
4. Yosephine C. Tasya                              (32)

SMA NEGERI 1 UNGARAN





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sejarah wajib mengenai “Pemerintahan Republik Bataaf dan Masa Pemerintahan Jan Willem Jansen”
Makalah ini telah kami susun secara maksimal. Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi penyusunan kalimat maupun tata bahasa.  Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca.



Ungaran, 4 September 2016


Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................1
DAFTAR ISI.............................................................................................................,,,,,........................2
PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF.............................................................................................3
MASA PEMERINTAHAN JAN WILLEM JANSEN...................................................................................4
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................5


Pemerintahan Republik Bataaf dan Pembubaran VOC
Terjadi perubahan di Eropa pada abad ke-18 yang besar pengaruhnya terhadap Indonesia yang sedang dijajah oleh pihak Belanda. Munculah kelompok yang menyebut diri mereka Kaum Patriot  yang anti terhadap raja karena mereka menghendaki negara kesatuan dan atas bantuan Perancis pada awal tahun 1795 pasukan perancis menyerbu Belanda. Raja Willem V melarikan diri ke Inggris dan Belanda pun dikuasai Perancis, berhasil merebut kekuasaan dan membentuk pemerintahan baru yang disebut Republik Bataaf (Bataafsche Republiek) (1795-1806). Kaum ini terpengaruh oleh semboyan Revolusi Perancis: Liberte (kemerdekaan), Egalite (persamaan), Fraternite (persaudaraan). Sebagai pemimpin Republik Bataaf adalah Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte.
Sementara di pengasingan Raja Willem V oleh pemerintah Inggris ditempatkan dikota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan nama “Surat-surat Kew” yang beisi agar para penguasa dinegeri  jajahan Belanda menyerahkan wilayah kepada Inggris bukan kepada Perancis. Dengan Surat ini pemerintah Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada 1795 kemudian menguasai Ambon pada 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk memblokade terhadap batavia agar batavia tidak jatuh ketangan Perancis setelah dikeluarkannya “Surat-surat Kew” Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1799, tanah jajahan yang dulu dikuasai VOC diurus oleh sebuah badan yang bernama Aziatische Raad (Dewan Asia), yamg saat itu Pemerintah Belanda di Indonesia dipegang oleh Gubernur Jenderal Johannes Siberg (1801-1084).
Johannes Siberg seharusnya mencerminkan sifat Republik Bataaf yang liberal tetapi sebelum berkuasa di Indonesia ia telah mengirim dua komisaris ke Indonesia yaitu Nederburg dan Van Hogendorp. Keduanya memiliki pandangan berbeda tentang politik kolonial yang akan ditetapkan
1.      Nederburg berpandangan Konservatif. Ian menganjurkan agar sistem perekonomian yang telah diterapkan VOC tetap dipertahankan
2.      Van Hogendorp berpendirian sangat liberal. Ia menganjurkan agar masalah pemerintahan dipisahkan dengan masalah ekonomi
Akhirnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan Charter 1804. Yang berisi kebijakan-kebijakan lama yang masih dipandang baik perlu dipertahankan dan bila perlu akan diadakan perubahan-perubahan.
Dengan masalah yang semakin rumit antara pihak Inggris dan Perancis, Republik Bataaf dan Perancis tidak ingin ketinggalan untuk segera mengambil alih seluruh daerah bekas kekuasaan VOC di nusantara ,maka Perancis mempunyai kebijakan untuk memerangi Inggris dengan ditunjuknya Herman Williem Daendels dari Kaum Patriot untuk memimpin Hindia.

Pemerintahan Janssen (1811)
Pada Mei 1811 Daendels dipanggil pulang ke negerinya. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssen. Janssen dikenal sebagai seorang politikus berkebangsaan Belanda. Sebelumnya Janssen menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) tahun 1802-1806. Kemudian tahun 1810 Janssen diperintahan untuk ke Jawa dan menggantikan Daendels. Pada tanggal 4 Agustus 1811 pasukan Raffles sampai ke Batavia yang pada 26 Agustus 1811 Batavia jatuh ke tangan Inggris. Janssen meningkir ke Semarang dan bergabung dengan Legium Mangkunegara dan prajurit dari Yogyakarta serta Surakarta. Namun pasukan Janssen dapat dikalahkan Inggris dan kemudia Janssen mundur ke Salatiga dan menyerah di Tuntang secara resmi ke pihak Inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntang pada 18 September 1811.
Daerah Hindia beberapa sudah jatuh ke tangan Inggris, sementara itu penguasa Inggris di Hindia Lord Minto memerintahkan Thomas Standford Raffles untuk segera menguasai Jawa.
Isi Kapitulasi Tuntang
1.      Seluruh kekuatan militer Belanda di Asia tenggara harus diserahkan kepada pihak Inggris
2.      Hutang pemerintah Belanda tidak diakui Inggris
3.      Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris









DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud Republik Indonesia. 2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Mustopo Habib, dkk. 2014. Sejarah Indonesia Progam Wajib. Jakarta : Yudhistira
http://sejarah-smu.blogspot.co.id/2014/09/masa-pemerintahan-willem-janssen.html